Belajar Strategis Menghadapi SBMPTN Kimia 2015
Hello Zenius fellows.. Gak terasa ya udah bulan Desember aja. Sebagian besar dari kalian saat ini mungkin sedang menghadapi Ujian Akhir Semester. Selamat ujian deh, semoga lancar ujiannya.
Habis ujian, pada seneng nih, soalnya udah mau liburan. Liburan emang enak buat refreshing. Tapi buat kelas 12 atau Alumni, liburan kali ini bisa jadi waktu berharga buat menambah pundi-pundi penguasaan konsep menghadapi event terbesar di hidup kalian saat ini. Yap, ujian masuk PTN alias SBMPTN. Oke yang akan kita bahas kali ini adalah persiapan menghadapi SBMPTN KIMIA.
Nah sekarang kalo saya tanya, persiapan apa aja yang udah kalian lakukan buat menghadapi SBMPTN 6 bulan ke depan?
Sebagian dari kalian mungkin ada yang blom mikirin SBMPTN karena masih berkutat dan pusing dengan materi yang sedang berjalan di sekolah. Biasanya banyak sekolah yang memadatkan materi kelas 12 yang harusnya untuk 2 semester tapi harus dipelajari hanya dalam 1 semester. Sebagian lagi mungkin ada yang udah ikut bimbel. Ya tapi biasanya kalo ikut bimbel kayanya sama aja. Bimbel-bimbel biasanya saat ini masih fokus ke materi sekolah yang sedang berjalan, trus di semester genapnya fokus menghadapi UN dulu, dan baru fokus menghadapi SBMPTN setelah UN selesai. Jadi persiapannya paling lama cuma 2 bulan,dan itu juga biasanya lebih banyak nge-drill soal-soal aja. Kecuali untuk yang udah alumni, biasanya di bimbelnya udah langsung fokus ke SBMPTN dari awal.
Banyak yang berpikiran bahwa kalo kita udah siap menghadapi UN maka untuk menghadapi SBMPTN kita cuma tinggal nambahin sedikit lagi.. Bener gak sih?
Kalo kalian belajar menghadapi UN nya gak sekedar ngerjain soal-soal aja, tapi juga belajar konsep dengan bener, maka menghadapi SBMPTN emang tinggal nambahin dikit lagi. Tapi kebanyakan guru-guru di sekolah atau di bimbel, seringnya ngebahas langsung soal-soal UN. Jadi materi yang dijarin cuma sebatas "kalo ada soal kaya gini ngerjainnya kaya begini", sedikit memberikan konsep dan biasanya konsep yang diberikan adalah konsep yang sering muncul di UN dan cuma sekilas. JadiPEMAHAMAN KONSEPNYA GAK DETAIL DAN MENDALAM! Kita udah pernah bahas lebih khusus tentang perbedaan persiapan UN dan SBMPTN di sini.
Mungkin ada juga di antara kalian yang sekarang ini udah jalan-jalan ke Gramedia, Gunung Agung, Karisma, TM Bookstore (ayo apa lagi yang blom disebut) untuk nyari buku persiapan SBMPTN yang isinya soal ujian tahun-tahun sebelumnya. Trus coba ngerjain. Biasanya kalo ada soal yang gak bisa, kalian akan liat pembahasan singkatnya. Tapi kalian kadang merasa sebal karena pembahasan yang ada di buku itu gak buat kita puas atau ngerti. Karena ada kalanya kita butuh penjelasan yang detail, tapi di buku tersebut penjelasannya terlalu singkat.Efektifkah kalo kita hanya ngerjain soal tahun-tahun sebelumnya?
Ada yang bilang dengan belajar dari soal-soal tahun lalu, kita bisa memetakan atau meraba gimana bentuk ujiannya. Selain itu, kalian mungkin juga bisa sekalian menganalisa gimana pola soal-soal tersebut dan mungkin coba-coba memprediksi soal yang bakal keluar di ujian berikutnya. Memang saya mengerti kalo semua orang pasti suka cara cepat/instan. Tapi jangan harap bisa kalian bisa mengandalkan shortcut untuk sukses di SBMPTN. Kita butuh belajar strategis. Kenapa kok begitu?
Kalo dulu, soal-soal kimia ujian PTN tipenya dari tahun ke tahun gak terlalu beda dan sebagian besar kesulitannya gak jauh beda dengan soal-soal UN, bisa ada 12 soal yang tingkat kesulitannya setara dengan soal UN. Tapi... beberapa tahun terakhir, model soal Kimia udah agak berubah jika dibandingkan soal-soal yang dulu. Berubahnya gimana?
Menurut saya, soal-soal Kimia sekarang sudah layak dikatagorikan sebagai soal seleksi.Karena biasanya soal-soal ujian seleksi itu kan berfokus pada 4 hal: (1) penguasaan konsep yang baik, (2) mengkoneksikan antara satu bab dengan bab lain, hingga (3) daya analisa dan (4) kreativitas. Kalo kita hanya bermodalkan hafal rumus/cara ngerjain pasti akan kesulitan dan gak ngerti mesti diapain itu soal.
Trus apa yang harus kita persiapan untuk menghadapi tipe soal seperti itu? Langsung aja, di sini saya akan beberin cara belajar Kimia yang strategis, ga instan atau sekedar shortcuts, tapi efektif untuk menghadapi SBMPTN yang tipe soalnya udah bersifat seleksi.
Strategi Belajar Efektif untuk Tipe Soal SBMPTN Kimia
1. Jangan hanya menghafal rumus
Ga bosen kan kalo Zenius sering banget ingetin beginian. Ini krusial banget. Ketika mengerjakan soal SBMPTN Kimia, jangan langsung masukin rumus, tapi utamakan penguasaan konsep yang mantap dan analisa soal dulu. Kenapa? Karena bisa jadi rumus yang kita ingat belom tentu dipake untuk menyelesaikan soal tersebut. Ah masa sih? Contoh kasusnya kita gabungin ke poin 2 ya.
2. Mampu mengkoneksikan bab yang satu dengan bab lainnya
Ini penting! Banyak siswa yang berpikiran antar bab itu gak ada hubungannya. Bahkan kita juga harus bisa mengkonesikan dengan konsep pelajaran selain Kimia.
Contohnya tentang kepolaran suatu molekul. Kan biasanya seringnya kita diajarkan bahwa untuk menentukan suatu molekul polar atau non polar itu dilihat dari ada atau tidak pasangan elektron bebas. Tapi kita gak paham kenapa bisa begitu.. Nah, konsep kepolaran molekul ini bisa gampang diterima kalo kita menjelaskannya dengan konsep vektor di matematika. Karena polar tidaknya suatu molekul itu akibat resultan vektornya itu nol atau tidak.
Nah ini ada contoh soal mengenai pentingnya kita jangan menghapal rumus dan perlunya mengkoneksikan antar bab.
Pada bacaannya disebutkan bahwa alum bersifat asam lemah. Nah, jika kita hanya hafalin rumus untuk asam lemah biasanya kita akan langsung kepikiran rumus
Tapi terus gimana dipake untuk ngejawab soal itu? Pada bingung deh. Sebenernya untuk jawab soal tersebut, gak butuh rumus di atas. Trus gimana?
Nah, di sini kita harus mengkoneksikan antara konsep asam lemah dengan konsep reaksi kesetimbangan. Banyak yang gak sadar bahwa konsep asam lemah, basa lemah, larutan buffer, hidrolisis, dan kelarutan itu termasuk dalam kesetimbang larutan. Ya udah kita kerjakan aja dengan konsep reaksi kesetimbangan.
Sebenernya masih ada beberapa soal lagi yang menunjukan bahwa soal KIMIA SBMPTN layak disebut soal ujian seleksi, kalo kalian penasaran bisa lihat kumpulan pembahasan soal SBMPTN Kimia 2013 di sini.
3. Melatih kreativitas dalam menyelesaikan soal
Gimana caranya melatih kreativitas dalam menyelesaikan soal Kimia? Ketika kalian berhasil dapetin jawaban dalam ngerjain suatu soal, coba kalian gali lagi deh kira-kira ada cara lain gak untuk memecahkan soal tersebut. Kadang-kadang, ada soal yang bisa dicari jawabannya dengan sudut pandang yang berbeda-beda, tapi nanti hasilnya akan sama.
4. Penguasaan fundamental skills dan basic knowledge
Kenapa ini penting? Karena ada aja soal, di mana secara konsep kita sudah benar ngerjain, tapi tinggal masalah hasilnya yang gak nemu cuma karena dasar matematika gak kuat.
Contoh misalnya, kita dah dapet tuh suatu larutan dengan pH 4 - log5. Tapi di pilihan jawaban gak ada. Sebenernya kita tinggal mencari dari pilihan jawaban yang nilainya sama dengan 4 - log5. Tapi gimana caranya, kan gak boleh pake kalkulator. Kalo dasar matematik kita oke, tentu ini gak akan bermasalah.
Nah, pada soal SBMPTN 2014, ada soal kimia, yang untuk bisa dikerjakan, butuh suatu persamaan yang mungkin gak pernah kalian liat saat belajar kima SMA. Untuk dapet persamaan tersebut butuh proses integral! Menantang banget kan. Nih soalnya:
Mau tau pembahasan lengkapnya? Coba tonton video pembahasan SBMPTN Kimia 2014 no 36 ini deh.
Pemetaan Materi Penting di Kimia untuk SBMPTN 2015
Kayanya saat ini, udah mulai sering muncul soal kimia SBMPTN yang cakupannya bukan lagi pengetahuan SMA tapi materi tingkat kuliah (kalo UM UGM dan SIMAK UI udah lama ngeluarin soal yang kaya gini). Waduh jadi gimana dong cara kita ngadepinnya? Bisa gak ya?
Sebenernya kalian jangan terlalu memikirkan gimana kalo ketemu soal-soal yang cakupannya di luar materi SMA. Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah mulai nyicil untuk bener bener memahami konsep yang kalian dapet selama SMA dulu. Trus mulai dari mana mulainya, kan banyak materinya ?
Emang sih cukup banyak materinya, tapi kalo bisa diambil inti sarinya, materi-materi penting dalam kimia itu bisa dibagi jadi 6 bab besar, yaitu sebagai berikut.
- Struktur Atom & Ikatan Kimia
- Stoikiometri
- Energetika dan Kinetika Reaksi
- Larutan
- Redoks & Elektrokimia
- Kimia Karbon
Nah itu bab-bab besar yang mencakup materi-materi penting dalam kimia yang wajib kita pahami dengan bener konsep konsepnya. Sebenernya masih ada berberapa materi yang udah kita dapet pas SMA tapi gak tercakup dalam 6 bab besar itu, seperti materi Kimia Unsur, Koloid, Kimia Lingkungan, dan Radioaktif. Keempat materi itu gak saya masukan ke dalam 6 bab besar karena materi-materi tersebut akan lebih mudah dipelajari dari soal-soal kalo kita udah bener-bener paham 6 bab besar tadi. Misalnya, materi tentang Kimia Unsur, akan lebih mudah dipahami kalo kita udah paham dulu bab Struktur Atom & Ikatan Kimia.
Oke sekarang kita urai cakupan materi dari 6 bab besar tersebut.
1. Struktur Atom dan Ikatan Kimia
Nah bab ini adalah pintu masuk untuk belajar kimia. Bab ini dibagi jadi 4 subbab, yaitu
- Struktur atom ( teori atom, konfigurasi elektron atom dan ion)
- Sistem periodik (letak suatu unsur dalam tabel, sifat periodik)
- Ikatan kimia (jenis ikatan, bentuk molekul, hibridisasi,kepolaran molekul,dan gaya antar molekul)
- tata nama senyawa anorganik
2. Stoikiometri
Bab ini merupakan nyawa dalam perhitungan kimia. Hampir semua materi kimia yang butuh perhitungan pasti melibatkan stoikiometri. Cakupan dari stoikiometri
3. Energetika dan Kinetika Reaksi
Bab ini membahas energi/kalor yang menyertai suatu reaksi, kenapa ada reaksi yang berjalan cepat dan ada juga yang lambat, serta kenapa ada banyak reaksi yang tidak tuntas (reaksi seakan berhenti padahal reaktannya habis). Cakupan dari bab ini :
4. Larutan
Nah cakupan dari bab ini cukup banyak
- Konsentrasi larutan
- Sifat koligatif larutan
- Stoikiometri larutan
- Larutan asam basa
- Larutan buffer
- Hidrolisis garam
- Kelarutan dan reaksi pengendapan
5. Redoks dan Elektrokimia
Yang akan dibahas pada bab ini :
6. Kimia karbon
Bab ini cakupannya juga lumayan banyak, yaitu :
- Hidrokarbon ( penggolongan, tata nama, sifat fisik dan kimia )
- Senyawa turunan alkana ( tata nama, reaksi identifikasi )
- keisomeran
- Reaksi senyawa karbon
- Senyawa aromatik
- Senyawa polimer
- Biomolekul
Nah, coba deh mulai sekarang luangin waktu buat dalemin konsep-konsep yang udah saya uraikan di atas. Dengan kalian kuasai bab-bab tersebut, efeknya akan terasa saat kalian cobangerjain soal-soal latian nantinya. Kalo masih ada waktu, kalian boleh lanjutin untuk pahamin materi kimia unsur,koloid, radioaktif, dan kimia lingkungan. Untuk belajar lebih lanjut, kalian bisa langsung menelusuri materi-materi yang sudah saya petakan di bawah ini:
Kumpulan soal & pembahasan SBMPTN Kimia 2001 - 2014
Kumpulan pembahasan materi lengkap untuk persiapan SBMPTN Kimia
****
Oke, sekarang saya harap kalian bisa mengerti kenapa kita sering banget bilang "jangan hafal rumus!". Saya udah kasih contoh nyata kasus kenapa metode menghafal rumus adalah ide yang buruk buat menghadapi SBMPTN, khususnya SBMPTN Kimia 2015 nanti. Saatnya keluar dari zona nyaman kalian. Mulailah belajar secara konseptual jika kalian tidak ingin soal-soal SBMPTN Kimia nanti jadi kerikil yang menggagalkan kalian masuk PTN idaman. Belajar dengan memanfaatkan waktu liburan yang ada, saya kira bukanlah saran yang terlalu berlebihan, justru strategis. Oke deh. Selamat menyicil yaa..





Komentar
Posting Komentar